Friday, November 03, 2006

Selamat datang pengawas lalu lintas Internet Indonesia


Menurut hemat saya, sesungguhnya hal yang paling penting dan mendesak dilakukan adalah menekan biaya komunikasi semurah mungkin. Masalahnya bukan hanya tarif telpon yang teramat mahal, tetapi koneksi internet juga bak.. harga minyak bumi yang tetep tinggi. Pemerintah pasti tahu kedua tarif itu termasuk paling mahal di Asean, juga termasuk china dan India.

Bayangkan saja, untuk dapat koneksi - standard 128 kbps (1:1) unlimited, paling tidak kita harus merogoh kocek 3,5 - 5,5 juta perbulan, tergantung koneksi bisa adsl, satelite broadband atau apa? kalo mau fiber ya jelas lebih mahal lagi. Ternyata tinggi harga itupun penyebabnya selalu ada pada si duopoli itu. Siapa lagi kalo bukan Telkom dan Indosat. Internet bukan cuma menerima data, tetapi juga mengirim data, seperti juga telpon yang tidak cuma mendengar tetapi harus berbicara. Justru mengirim data inilah yang mesti lewat saluran telkom dan atau Indosat. huh!!!

Internet sekarang berbeda dengan era 5 tahun lalu. Sekarang jamannya video streaming conference, musik online dan segudang web interaktif lainnya. Kalo tidak ditunjang dengan koneksi yang bagus, maka situs yang memerlukan bandwith besar untuk membukanya akan sia-sia saja, karena tak akan bisa dinikmati.

Dengan 128 kbps 1:1 - indosat aja, saya kadang kurang puas dan merasa jauh dari maksimal karena harus menunggu beberapa saat untuk melihat clip video yang cuma 1 menit di internet. Bandingkan dengan koneksi telkomnet Instan yang cuma 28,8 kbps atau maksimal 33,6. Bisa apa dengan koneksi sebesar ini selain buka e-mail dan chating mirc, yahoo??

Produk2 telkom memang cenderung menipu pengguna internet awam, sudah mahal menipu pulaa.. misalkan flexy yang lambat dan itungan harga dengan kbps. sekilas terlihat murah, coba kalo sekali buka google image, atau web forum bebasis php dll. Dijamin sadar bahwa telah ditipu, begitu juga product dari fren. Atau produk speedy dari telkom, yang sering dipelesetkan menjadi 'sepeda' karena lambat dan koneksi senen kemis. Mengakunya up to 384 kbps, namun setelah konstan di check, rata2 kita cuman dapat 100 kbps.

Murah memang cuman 300 ribuan untuk yang limited (dalam sebulan maksimal 600 MB)tapi 600 MB kan sedikit sekali. Bila satu jam browsing kira2 20 MB, 600 MB hanya untuk 30 jam saja, alias 1 jam perhari alias - 10.000/jam. gila kan telkom?? kalo lebih dari 600 MB tentu harus bayar lagi.. dan sialnya mahal...

Sedangkan yang dedicated unlimited, bayar sekitar 3,3 juta.. tapi yaitu tadi selain koneski senin kemis, kecepatannya rata 100-150 kbps bukan 384 seperti iklan..

Kejahatan financial, kejahatan sosial dan pornografi memang perlu diberantas, termasuk didalamnya kejahatan yang dilakukan lewat Internet. Saya pun mendukung sepenuhnya. Saya juga mendukung akses internet murah. Dan yang belakangan itu pasti lebih banyak manfaatnya buat warga negara.

No comments: