Wednesday, September 27, 2006

bersatu kita teguh, bercerai ramai-ramai


Gambar sebelah ini adalah design (motiv) terbaru dari Guci untuk peluncuran gaun musim dingin 2006. Aslinya gambar ini tidak terlihat oleh mata, bahkan oleh mikroskop biasa. Harus pake microskop elektron dengan pembesaran bisa puluhan ribu kali. Karena gambar tadi adalah gambar virus, tepatnya lagi virus rabies hehehe..

yayaya, oleh jenis lain mahluk se super kecil inilah badanku dibuat rontok tak berdaya, terbaring lemas, meriang, hidung tersumbat tapi bersin-bersin. Otak serasa beku, malas berfikir karena mata berkunang-kunang.. bahkan buka e-mail pun malessss. Pertanyaanku kok bisa ya, mahluk tak kasat mata membuatku knock out 2 hari 2 malam? yayaya, jawaban logisnya karena ada persatuan diantara mereka hingga cukup kuat dan menghantamku disaat yang tepat. Jdesss... brukk.

Sengaja saya tidak minum obat, biar antibody terbentuk sebagai lawan alamiah, eh namun setelah 2 harian antibody tidak juga kuat melawan virus, mungkin karena kurang kuat, atau juga mungkin karena persatuan antara virus sudah begitu solid. Akhirnya terpakasa 3 butir tablet panadol + 3 butir decolgen + istirahat cukuplah yang mampu merendamnya.

Virus cerai berai dihantam obat, artis cerai berai dihantam gosip.. Dua hari terbaring, disuguhi infotainment di tv tidak membuat cepat sembuh malah sebaliknya. Ya, sejak itu tekadku makin kuat saja untuk tidak melihat infotainment barang semenit pun.

Sunday, September 24, 2006

Debu (untuk bumi yang kesepian)


Entah bagaimana asalnya, tiba-tiba saja saya menyukai kata "Debu". ya debu, abu, atau juga disebut partikel kecil, pecahan-pecahan kecil, serbuk dan banyak juga yang menyebutnya sebagai kotoran. " Sana bersihin mejanya, penuh debu tuh!". Tapi buatku kata "Debu" mengingatkan pada nama sebuah group musik, yang personilnya bule-bule juga(ada negronya) dan kerap membawakan lagu-lagu irama padang pasir, irama Timur Tengah, Turki. Walau kini menggarap irama gambus kelompok ini tak kehilangan ciri khas nya, syair syair sufisme sarat makna.

Saat koneksi internet cukup memadai, hasrat mendownload program2 akhirnya terpenuhi juga dan salah satu yang saya download adalah "Google Earth" versi gratisan Beta 4. Sudah bisa ditebak saya langsung jatuh cinta pada program ini, yang bisa men-zoom suatu objek dibumi hingga begitu nyata hingga dari jarak 500 meter di atas kita. Dari bumi sebagai planet hingga atap rumah dan mobil bisa terlihat, terima kasih google, engkau telah memberiku bukan sekedar program.

Bila bumi adalah meja kita, manusia ada debu di bumi. Sedangkan kota saja sulit dicari apalagi manusia, objeknya sangat teramat kecil bila dibanding dengan bumi itu sendiri. Begitu juga Earth, blue planet, bumi tempat ratusan negara, gunung, hutan dan lautan yang maha luas, ternyata hanya debu dalam galaksi bima sakti yang terdiri dari ribuan matahari dan planet. Bima sakti yang maha-maha luas tak lain adalah debu dari sistem tatasurya secara keseluruhan.

Bayangkan bila ternyata hanya planet kitalah yang memiliki kehidupan? kita adalah debu yang kesepian dalam ruang yang tak terbatas, tak terukur dengan waktu. Alangkah sayang bila yang satu inipun akan dihancurkan oleh kita sendiri.

Friday, September 22, 2006

Untuk dia yang kembali


Dia yang paling setia, paling dinanti, dirindukan ataupun dilupakan. Tapi dia pasti kembali lagi, seperti sekarang ini. Dia moment penyadaran, mengawasi hati-hati kita, menyadarkan langkah dan pelepas rindu pada kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. Dia yang kembali menyadarkan bahwa setiap perbuatan ada perhitungannya.

Seperti yang saya rasakan, saya yakin hampir semua umat islam merasakan pula bahwa Ramadhan bukan sekedar rentang waktu kita diwajibkan berpuasa dan menahan hawa nafsu belaka, atau menikmati santapan berbuka, melepas dahaga dengan minuman segar. Ada kenikmatan dan kerinduan yang begitu terasa tapi tak terlihat, karena kerinduan itu letaknya jauh di dalam diri kita.

Hati menjadi lebih peka, shalat terasa lebih khusuk, doa-doa mengalir, keluar dari hati dengan tulus. Ruh kita memberi tanda bahwa sang maha pencipta saat ini begitu dekat. Saat kesabaran di uji dan kebaikan kita di pertanyakan kembali.

Saat saya menjadi kelompok kecil di sini, kebahagiaan ramadhan tidak lantas menjadi surut. Karena dia Ramadhan yang tidak terikat oleh tempat. Ramadhan letaknya dalam hati saya, dalam hati orang-orang yang berpuasa. Marhaban ya Ramadhan..

mirror mirror hanging on the wall


olala ternyata susah juga cari foto sesuai tema, maklum folder khusus foto itu sendiri jumlahnya nyaris 30 GB, dengan ribuan foto dari tahun 2002 hingga 19 Sep 2006 lalu. Kebanyakan sih foto2 objek wisata dan perjalanan, potret diri sedikit saja, salah satunya foto sebelah ini: si pemalas lagi tidur, foto September 05.

Foto ibarat rekaman perjalanan masa lalu, sedangkan cermin adalah pantulan kehidupan sekarang. Lalu kalo foto cermin?? nah loh puyeng?? jangan sok berfilsafat ahh!!

Ternyata perlu banyak waktu untuk merapikan file2 ke dalam folder2 , walau sudah di urut sesuai waktu, kategori, jenis, kapasitas, selalu ada yang sulit di cari, atau tidak masuk dalam kategori itu, akhirnya dibuatlah folder baru.. hingga puluhan folder banyaknya untuk menampung ribuah bahkan puluhan ribu file yang berserak. Kalo mengatur file aja susah bagaimana mengatur rakyat yah? sedangkan mengatur pegaweku yang cuman 5 orang dan notabene baik-baik serta jujur semua aja kadang-kadang sampe mengurut dada.. hehehe.

Perkenalan pertamaku dengan Komputer terjadi tahun 96, komputer jangkrik pinjaman. dengan program dos + WS IV jadilah skripsi dan beberapa artikel untuk surat kabar. Sedangkan komputer pertamaku: Compaq PII 330 - ram 64 hd, 4,3 GB Vga 8mb (computer second) telah berjasa besar dalam pembuatan skripsi orang lain dengan bayaran lumayan lah. Nah setahun kemudian (thn 2004) upgrade jadi PIV 2,0 Ghz Ram 512 hd 40, dvd, cdrom, pokoke pada saat itu masih top, kemampuan lebih hebat bisa edit film pendek untuk jual ke tour agent, dan hasilnyapun lebih besar dari pada jadi joki skripsi..

Barangkali komputerku adalah cermin hidup, makin besar kapasitas makin besar potensinya, walau makin susah mengaturnya.

(pssstt.. tp yg ini jgn bilang-bilang yah?, komputerku yang sekarang 2x lebih canggih dari yang sebelumnya, tp belum menghasilkan apa selain tulisan tolol ini hahaha)

(oh seandainya hidup ini bisa di defrag, di pasang antivirus, firewall, ada sistem restore atau deepfreeze) betapa lebih aman, efisien bisa loading lebih cepet, begitu clik langsung..sreeet frame muncul.. user id: XXX passwd: XXXX lalu loading sebentar dan munculah semua imel penting: walah.. yg masuk malah imel invoice!! gedubraaak..

Thursday, September 21, 2006

Me againts capitalism (tribute to pasar Cikaso)

Adalah sebuah pasar tradisional yang letaknya diantara dua pemukiman padat di Bandung, pasar Cikaso namanya. Dari jaman baheula hingga jaman nirkabel seperti sekarang, pasar ini tidak bertambah luas, tidak juga bertambah besar. Karena lokasinya memang tidak memungkinkan untuk diperluas. Akhir tahun 90anpasar ini dipugar, lantai yang semula tanah jadi di semen, dinding papan menjadi tembok begitu pula atapnya dari genting menjadi asbes dan tinggi.Singkat kata pasar kecil ini menjadi lebih kokoh, tertib, teratur dan bersih.Jumlah loss dan kios tetap, tetapi jumlah lapak bertambah 2x lipat, dan bila ditotal ada kurang lebih 300an pedagang dan puluhan abang becak.

Ikatan emosional saya begitu kuat dengan pasar yang telah menopang kebutuhan ekonomi keluarga kami. Dengan menyewa (akhirnya membeli) dua los yang dijadikan satu, kami telah menjadi bagian dari kegiatan niaga di Cikaso selama lebih 10 thn, satu los diperuntukan untuk saya dan kakak lelaki untuk biaya kuliah. Jualan kami adalah media sekolah, alat tulis dan mainan anak-anak. Segmen market anak2 memang lebih mudah kami hadapi dibandingkan melawan ibu-ibu yang bila menawar harga membuat kami kalang kabut, dan akhirnya barang dilepas walau dengan untung tipis.. pis..

Waktu berjalan terus, tak terasa 7 tahun sudah saya meninggalan pasar Cikaso yang mulai sepi ditinggal pembeli. Pasar tak seramai dulu, peak time-nyapun semakin singkat, bila dulu hingga pukul 2 siang suara tawar menawar masih nyaring terdengar, kini keluh kesah pedagang sudah merebak sebelum jam makan siang mulai.. huh sepiii.. seraya membolak balik barang dagangan.

Koran, internet dan parawisata sekarang menjadi bagian dari keseharian saya dus berita ekonomi tak luput dari perhatian, seperti soal penanaman modal asing yang terbuka lebar dan makin banyak, makro ekonomi yang makin baik. Walau konon belum mampu menggerakan mikro ekonomi, sektor masih riil stagnan. Kini World Bank dan IMF sedang mengadakan pertemuan di Singapore, sekelompok elite bertemu mempertaruhkan jutaan rakyat miskin dibelakangnya. Bila ada kejuaran judi.. maka pertemuan ini adalah pemenangnya. Karena taruhannya paling besar tapi kemungkinan menangnya paling kecil.

Kembali ke pasar Cikaso yang mulai sepi. Dalam 3 tahun pemkot Bandung sukses menggandeng hypermart carefour membuat 2 cabangnya, setelah macro dan akan disusul oleh Giant. Istri pejabat memang lebih nyaman belanja di supermaket, ketimbang pasar, ogah sepatu barunya terkena lumpur. Ekonomi yang berpihak pada rakyat hanya selogan, kunjungan ke pasar tradisional hanya ceremonial belaka, sidak menjelang bulan puasa.

Jujur saja harus diakui bahwa kehadiran kapitalisme di tengah-tengah kita telah membuat ekonomi rakyat terpelanting. Misalkan kehadiran carefour memberi masukan kas daerah dan menambah lapangan kerja hingga 1000 orang, sementara pasar Cikaso yang mungil saja jadi penopang sekitar 350-an keluarga, bagaimana dengan pasar lain yang 2-3x lebih besar? Kemana sih larinya pembeli, padahal tidak ada pasar yang baru, sementara yang lamapun perlahan-lahan menemui ajal. Bila investasi asing makin banyak, GNP makin besar, makro ekonomi bagus, tetapi orang miskin makin banyak tentu pemerintah harus bertanya ada apa? Fundamental ekonomi rakyat sedang sekarat pak!! masa bapak nggak tahu sih??

Bila sukses nanti, pasar Cikaso akan saya beli.. akan saya jadikan kuburan bagi korban-korban kapitalis dan globalisasi.

Wednesday, September 20, 2006

Me and New Species ?

Belasan species ikan dan puluhan jenis koral asing .. baru-baru ini ditemukan di perairan papua. Yang menggembirakan ternyata kesemua jenis itu dinyatakan sebagai species baru.. daann.. kini disinyalir bahwa perairan di sekitar kepala burung Papua sebagai kawasan konservasi dengan kekayaan biota laut terlengkap di dunia mengalahkan great barriernya Australia.. yang legendaris (apalagi setelah kematin Steve Irwin yang mengejutkan karena disengat ikan pari di perairan ini).

Penemuan yang luar biasa memang, tapi jangan hanyut oleh eforia semu. Sesungguhnya kita harus prihatin karena yang baru-baru ini ditemukan bukanlah species baru, tapi pasti species lama yang kebetulan saja baru dikenali sekarang. Sama seperti species Harimau Jawa yang punah atau Jalak Bali yang nyaris punah, sama-sama telah eksis, mungkin ribuan tahun lalu, sebagian sempat ditemukan sebelum punah, sebagian lagi punah sebelum dikenali sebagai species baru. Teramat sedikit orang-orang yang mampu mengklasifikasikan mahluk hidup berdasarkan ordo, genus, species dan sub species dan lain-lain.

Berita ini telah menyadarkan kita, betapa Tuhan menciptaka bumi dengan beraneka ragam mahluk di dalamnya. Selayaknya sebagai mahluk yang berakal dan berbudaya kita menjadi pelindung mereka, bagimana besar dan banyaknya mahluk hidup, mereka begitu rentan bila dihadapkan pada kerakusan kita. Sekali lagi... sebenarnya tidak ada penambahan species baru dimuka bumi ini selama ratusan tahun mungkin, yang jelas-jelas terjadi adalah pemusnahan sejumlah mahluk hidup serta pelenyapan puluhan species secara masif setiap saat. Bagaimana tidak bila dalam satu menit luas hutan kita menyusut sebanyak 4-10 kali lapangan sepak bola..

Bila ingin tahu, satu-satunya yang bertambah adalah bencana dan dan varian jenis penyakit baru, semua akibat ulah kita.

Me, My Self, My Idea and Opinion

Well, well, well, yang pertama .. i´m not good in english, jadi bila nanti ada kata/kalimat yang salah, baik disengaja, maupun super disengaja atau tidak dikehendaki sama sekali, anggaplah sebuah permakluman.

Berikutnya: blog ini berupa pecahan idea yang berserak, untuk itu saya berusaha menyusunnya kembali dalam kalimat-kalimat yang santun dengan tema-tema yang saya sukai tentunya: bisa mengenai Tourism, Lingkungan, Iptek, Globalisasi, Perang hingga urusan Hati .. hmm...

write what you feel, tell what you know, share your idea - opinion in the way you like. -Dps Sep06/20-