Wednesday, February 28, 2007

Anti Teknologi?

Arrgghh...
Setelah membaca beberapa buku tentang hacking, plus cari-curi tambahan informasi di google, hilang sudah rasa penasaran di kepala. Ternyata ada banyak cara untuk mencuri data di dunia maya.. dari yang paling simple sampe super rumit, dari yang bermaksud menolong sampe bermaksud menodong. Pengetahuan yang baru saya dapatkan mungkin hanya sebgaian kecil dari gelapnya dunia hacking.

Kesimpulan saya: tidak ada yang private dan rahasia di dunia maya. Selalu banyak jalan dan cara untuk membuka semua rahasia kita, informasi pribadi, e-mail pribadi termasuk passwordnya yang super rumit sekalipun. Penyadapan bisa dilakukan kapan dan pada siapa saja, seperti halnya penyadapan terhadap handphone atau telpon rumahan kita.

Bila ada alatnya.. semua berjalan begitu cepat dan mudah. Masih ingat kasus order mobil operasional untuk densus 88? mobil yang dilengkapi alat penyadap handpone dengan radius 1,5 km? Atau satelit mata-mata yang sanggup merekam benda sebesar 30 cm di permukaan bumi. Dengan alat itu, kita tahu bahwa teman kita di benua yang lain sedang menanam bunga. Juga tidak perlu susah-susah untuk menebak seluruh isi tas dan benda yang disembunyikan di saku celana pendek.. di balik celana panjang kita. Karena dengan sinar x-ray terbaru, jangankan benda, bahkan bagian tubuh kita yg paling vital akan terlihat seperti telanjang.

Kagum plus khawatir bila kita mengikuti perkembangan teknologi terkini banyak diuntungkan sekaligus jadi terancam. Karena dengan pengetahuan sekarang tidak mustahil untuk menciptakan bom yang hanya menyasar manusia dengan gen tertentu. Misalkan riset militer berusaha menciptakan bom kimia yang berdampak mematikan hanya pada orang-orang yang memiliki gen atau jenis DNA tertentu.

Siapapun yang berambut kriting akan gosong akibat semburan serbu sangat halus di angkasa.
Dan kitapun akan kehilangan - Ahmad Albar atau Giring sang vokalis Nidji.

Sunday, February 11, 2007

Jakarta banjir, siapa peduli??

Apa mau dikata alam sudah mempunyai takdirnya sendiri. Walaupun kita mengutuk banjir besar di Jakarta awal February lalu, tak akan membuat alam merubah takdirnya. Percaya atau tidak, planet bumi dan alam tidak mempunyai belas kasihan atas makhluk hidup di dalamnya. Walaupun alam adalah satu-satunya penunjang hidup bagi manusia untuk hidup, alam tidak akan berbaik hati pada kita atau kasihan, lalu turut pada kehendak manusia.

Sejarah Planet Bumi sudah mulai 4 miliar tahun lalu, dari cikal bakal bumi berbentuk gas, kemudian menjadi cair dan lama-lama menjadi keras. Atau ratusan juta tahun lalu saat hujan badai tiada henti. Curahan airnya yang bermiliar-miliar kubik mengisi celah-celah daratan, dan membentuk lautan di permukaan bumi. Tenyata bumi tetap berjalan sesuai takdirnya, tidak terusik atau terganggu oleh perubahan padanya.

Bumi juga melewati juga periode tiada hari tanpa letusan gunung api sehingga udara adalah racun mematikan. Tak ada seorang ahli geologipun yang membantah bahwa dahulu mungkin hanya ada satu daratan saja. Karena pusat bumi masih berbentuk cair dan tidak stabil maka daratan yang di atasnya berubah, bisa membelah, saling menjauh atau bertabrakan..membentuk pulau-pulau, membentuk jurang atau gunung. Hingga sekarang.

Puluhan juta tahun lalu, ada meteor selebar puluhan km menghunjam bumi dengan kecepatan luar biasa. Hasilnya adalah ledakan super dasyat bak ribuan bom nuklir. Debunya saja menutupi sebagian besar langitnya bumi hingga bertahun-tahun lamanya. Lalu cuaca dan udarapun berubah drastis. Hal inilah yang diperkirakan menjadi penyebab punahnya dinausaurus untuk selamanya.

Bumi pernah pula melewati fase dimana seluruh daratannya ditutupi Es. Yang kalau terjadi sekarang dipastikan lebih dari 90% pupulasi mahluk hidup akan mati secara instan. Siapa sangka gurun Gobi di China dulu adalah lautan luas, atau gurun sahara adalah hutan lebat. Padahal saat itu bisa tentu tidak dikenal yang namanya ilegal logging atau pembalakan hutan oleh cukong-cukong berkantong tebal. Explorasi minyak dan batu bara juga belum ada.

Banjir Jakarta lebih kecil dari letusan gunung Krakatau, masih jauh lebih kecil dari gempa dan tsunami Aceh. Letusan gunung api terbesar jaman modern, gunung Tambora pun dilukiskan bagai hari kiamat. Beberapa kerajaan kecil di Sumbawa lenyap selamanya. Letusannya terdengar sampai Jawa Timur, daratan Eropa juga kebagian mendung berminggu-minggu.

Apa mau dikata, oleh kejadian super kecil saja kita tidak sanggup berbuat apa-apa, selain mengumpat atau membantu. Oleh air hujan selama tiga hari tiga malam kita sudah kalang kabut. Jutaan orang gelisah, pemerintah resah. Ini menunjukan betapa kecilnya kita. Oleh longsor rakyat merana, oleh gerakan bumi selebar 5 cm ribuan nyawa melayang sia-sia.
Air laut naik 5 meter secara tiba-tiba seluruh seisi kota bisa porak poranda. Bahkan oleh buah kelapa yang tepat jatuh ke ubun-ubun kita, dokter tebaikpun belum tentu sanggup menyelamatkan jiwa kita.

Nasiib.. nasiib, udah kecil tak berdayapun kita masih sombong. Baru bisa menciptakan gergaji mesin seolah-olah sudah bisa menguasai alam, tebang sana sini. Pohon tumbang memang kelihatan tak berdaya, namun daun yang layu menyebabkan racun tak terserap, akar yang mati menyebabkan air tak meresap. Tanahpun menjadi kering kerontang, kita juga yang sengsara.

Walaupun semua pohon hilang di tebang, bumi tak terpengaruh sama sekali, alam akan terus berjalan pada takdirnya. Bumi pernah melewati berbagai periode dimana tidak mungkin ditinggali makhluk hidup. fase gas, fase cair, fase beracun. Pernah melewat fase hujan badai, fase es, dan letusan gunung api tiada henti. Masalahnya sanggupkah kita bertahan?? Dengan suhu naik 5 derajat, setengah kutub bisa mencair. Oleh perbedaan 5 derajat saja Jakarta bisa banjir sedengkul secara permanen.

Alam hanya tersenyum, karena alam tidak pernah kasihan pada Jakarta..

Tuesday, February 06, 2007

Jalan-jalan tidak biasa.

Ada sedikit negara yang benar-benar ingin aku kunjungi, yaitu : Nepal, Kuba dan Korea Utara. Ini bukan karena kebetulan negara2 tersebut sangat dipengaruhi paham komunis, tapi karena menurut saya negara-negara tersebut mungkin sangat menarrik, eksotis, bahkan memikat hati:

Saya teringat perbincangan dengan seorang turis, di sebuah restaurant di TukTuk pulau Samosir. Turis Austria.. ini sekitar 8 tahun lalu pergi ke Vietnam. Walaupun sebelumnya ia mendengar dan membaca gambaran buruk tentang orang-orang Vietnam, tetap saja ia berangkat.. dan benarlah apa yang dia pikirkan bahwa gambaran orang tentang negara tersebut salah total.. bukan sikap kaku dan curiga yang dia terima melainkan sikap hangat, bersahabat.

Gambaran dari media kadang menyesatkan, juga film2 terutama film Amerika menggambarkan negara2 yang tidak bersahabat, sebagai kaku, terbelakang dan curiga. Sebaliknya menggambarkan Amerika sebagai welcome, bebas, ramah, terbuka dan maju dan demokratis &*^&!!# ... hahaha, padahal kita semua tahu bahwa semenjak di airport negara tersebut kita sudah diawasi, begitu juga semua percakapan dab gerak gerik di sadap.

Soal demokratis??? lain lagi, ternyata partisipasi warganya dalam pemilu termasuk yang paling rendah, cuma 50% lebih sedikit.. jadi bila presidennya terpilih oleh 51% pemilih, itu artinya hanya 25 % yang mimilih.. dan anehnya walaupun sudah tidak dikehendaki oleh warganya, president masih bisa memimpin... hehehehe apa bedanya sama negara komunis??

Saturday, February 03, 2007

Alam memberi apa yang semestinya

Ah... ternyata pemanasan global menjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan 10 tahun lalu, saat itu para ilmuwan dan ahli perubahan cuaca tidak memperkirakan China dan India akan maju sedemikian pesat dengan kebutuhan energy yang berlipat-lipat.
Bayang-bayang Amerika sebagai pemasok terbesar polusi bagi pemanasan global kini siap disalip China yang menduduki peringkat ke 2. Dengan kontribusi yang tidak memadai bagi penelitian dan pelestarian yang berkelanjutan, kedua negara di atas tetap tidak bersedia mematuhi protokol kyoto untuk mengurangi kegiatan indrustri yang berdampak pada effect rumah kaca.

Hasilnya, kita semua merasakan perubahan cuaca yang sedemikian extreme.. luar biasa.
Bulan-bulan ke depan kita akan biasa menghadapi bencana alam, banjir, badai dingin dan panas serta cuaca yang tidak menentu. Varian-varian baru jenis penyakit yang lebih ganas dan mematikan siap mengancam.

Kita tinggal di bumi yang sama, planet tempat kita hidup cuma satu, ya bumi ini. Planet tempat tinggalnya orang Amerika dan orang China juga. Karena bisa jadi mereka yang berulah kita kena getahnya, atau sebaliknya.. seperti kita sebagai pengimport asap terbesar di dunia bagi negara tetangga.

bumi bukan milik golongan, bukan milik amerika, bukan milik china. Bumi milik Tuhan untuk semua makhluk hidup di dalamnya.