Saturday, October 21, 2006

kematian..

Satu tahun belakangan ini aku menyaksikan banyak kematian, ya kematian yang banyak disebabkan oleh salah strategi. Juga kematian yang disebabkan oleh ketidaktahuan. Sukurlah aku juga melihat banyak kelahiran baru dan metamorfosis. Mati tetapi hidup dalam bentuk yang berbeda. Seperti hakekat energi yang tidak akan lenyap, tetapi hanya berubah bentuk saja.

Malam kemarin aku mencium ada gejala kematian. Iseng-iseng sambil nostalgia mencoba buka puasa di salah satu rumah makan yang menyediakan mpek mpek palembang. Cukup istimewa untuk ukuran rasa di Denpasar, sedikit mengingatkan rasa mpek-mpek kapan selam jalan Setiabudi Bandung -- 10 tahun yang lalu.

Kondisi cukup memprihatinkan, jauh berbeda dibanding kedatangan terakhir, sekitar enam bulan yang lalu, apalagi dua tahun lalu. Meja-meja tampak rapi berjejer, suasana sepi - sepi pegawai sepi pembeli. Banyak menu yang tidak lagi bisa di order, sementara menu biasapun begitu lama baru siap disajikan. Maklum - sepi juru masak. Dari hanya tiga pegawai yang tersisa, ada satu juru masak yang masih aku kenal, kini merangkap sebagai kasir pula.

Ternyata dugaanku salah, dari semula yang aku kira bahwa sepi karena banyak pegawai, pemilik dan pembeli yang sedang pulang mudik, namun menurut dia memang keadaan seperti ini sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya. Tak bisa lagi menikmati suasana akhirnya cepat-cepat pesanan mie pangsit jakarta aku habiskan. Namun Oalah.. ternyata untuk sekedar menyeka mulut dan tangan pun aku sulit menemukan tissue.

No comments: