Friday, September 22, 2006

Untuk dia yang kembali


Dia yang paling setia, paling dinanti, dirindukan ataupun dilupakan. Tapi dia pasti kembali lagi, seperti sekarang ini. Dia moment penyadaran, mengawasi hati-hati kita, menyadarkan langkah dan pelepas rindu pada kekuasaan Tuhan yang tak terbatas. Dia yang kembali menyadarkan bahwa setiap perbuatan ada perhitungannya.

Seperti yang saya rasakan, saya yakin hampir semua umat islam merasakan pula bahwa Ramadhan bukan sekedar rentang waktu kita diwajibkan berpuasa dan menahan hawa nafsu belaka, atau menikmati santapan berbuka, melepas dahaga dengan minuman segar. Ada kenikmatan dan kerinduan yang begitu terasa tapi tak terlihat, karena kerinduan itu letaknya jauh di dalam diri kita.

Hati menjadi lebih peka, shalat terasa lebih khusuk, doa-doa mengalir, keluar dari hati dengan tulus. Ruh kita memberi tanda bahwa sang maha pencipta saat ini begitu dekat. Saat kesabaran di uji dan kebaikan kita di pertanyakan kembali.

Saat saya menjadi kelompok kecil di sini, kebahagiaan ramadhan tidak lantas menjadi surut. Karena dia Ramadhan yang tidak terikat oleh tempat. Ramadhan letaknya dalam hati saya, dalam hati orang-orang yang berpuasa. Marhaban ya Ramadhan..

No comments: