Sunday, September 24, 2006

Debu (untuk bumi yang kesepian)


Entah bagaimana asalnya, tiba-tiba saja saya menyukai kata "Debu". ya debu, abu, atau juga disebut partikel kecil, pecahan-pecahan kecil, serbuk dan banyak juga yang menyebutnya sebagai kotoran. " Sana bersihin mejanya, penuh debu tuh!". Tapi buatku kata "Debu" mengingatkan pada nama sebuah group musik, yang personilnya bule-bule juga(ada negronya) dan kerap membawakan lagu-lagu irama padang pasir, irama Timur Tengah, Turki. Walau kini menggarap irama gambus kelompok ini tak kehilangan ciri khas nya, syair syair sufisme sarat makna.

Saat koneksi internet cukup memadai, hasrat mendownload program2 akhirnya terpenuhi juga dan salah satu yang saya download adalah "Google Earth" versi gratisan Beta 4. Sudah bisa ditebak saya langsung jatuh cinta pada program ini, yang bisa men-zoom suatu objek dibumi hingga begitu nyata hingga dari jarak 500 meter di atas kita. Dari bumi sebagai planet hingga atap rumah dan mobil bisa terlihat, terima kasih google, engkau telah memberiku bukan sekedar program.

Bila bumi adalah meja kita, manusia ada debu di bumi. Sedangkan kota saja sulit dicari apalagi manusia, objeknya sangat teramat kecil bila dibanding dengan bumi itu sendiri. Begitu juga Earth, blue planet, bumi tempat ratusan negara, gunung, hutan dan lautan yang maha luas, ternyata hanya debu dalam galaksi bima sakti yang terdiri dari ribuan matahari dan planet. Bima sakti yang maha-maha luas tak lain adalah debu dari sistem tatasurya secara keseluruhan.

Bayangkan bila ternyata hanya planet kitalah yang memiliki kehidupan? kita adalah debu yang kesepian dalam ruang yang tak terbatas, tak terukur dengan waktu. Alangkah sayang bila yang satu inipun akan dihancurkan oleh kita sendiri.

No comments: